KanalBerita8.co- Masyarakat Indonesia mengenal Pancasila sebagai pedoman serta dasar yang teguh dalam berenegara. Dimana didalamnya terkandung nilai-ilai keberagaman, toleransi, tidak membeda-bekadan suku, etnis, dan agama (SARA).
Pancasila merupakan ideologi yang tak bisa digantikan dengan faham lain. Seperti yang marak belakngan ini. Sekelompok orang terus berjuang untuk menggantikan Pancasila dengan memasukan ide Khilafah ditengah bangsa yang majemuk.
Tidak heran, kelompok yang berbalut jubah keislaman, seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengan upayanya mengibarkan panji syariah di penjuru negeri ini. KElompok ini jelas tidak percaya akan keberadaan Pancasila yang diyakini sebagai alat pemersatu bangsa.
HTI jelas punya maksud tertentu. Sekali diberi ruang dalam parlemen, maka dengan mudah mereka mengganti sesuai dengan agendanya, seperti mengambil contoh model yang dilakukan kelompok Mursi untuk kasus Mesir.
Karena perlu diketahui gerakan intoleran ini berujung pada gerakan radikal dan menghalalkan kekerasan.
Sudah berapa banyak masyarakat di daerah yang menolak keras kehadiran HTI. Seperti halnya di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Tak hanya di Pulau Jawa, HTI juga ditolak di Pontianak, Kalimantan Barat, dan Makassar.
HTI selalu mengambil tempat simbol-simbol di sebuah daerah, telah dilawan di beberapa daerah itu, meskipun HTI menggunakan klaim-klaim Islam. Bagi banyak santri yang para pendahulunya ikut mendirikan Republik Indonesia, dan didirikan para ulama ini, maka menjaga eksistensi bangsa Indonesia dari upaya penggantian yang dilakukan HTI adalah kewajiban.
Negara yang ada sekarang dengan Pancasila sebagai dasar ini, tidaklah perlu dibongkar-bongkar lagi. NKRI dalam hal demikian adalah harga mati.
Masyarakat menilai kegiatan HTI akan menimbulkan aksi radikal. Kali ini HTI kembali mendapat kecaman. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Selatan Taufiq Sugiono mendesak Hizbut Tahrir Indonesia meluruskan konsep khilafah menyesuaikan ideologi Pancasila.
Menurut Taufiq, pembubaran tablig akbar Masarah Panji Rasulullah HTI Kalimantan Selatan di Taman Bekantan, Kota Banjarmasin pada Ahad lalu karena berpotensi memicu rusuh.
“Kalau dibiarkan pasti terjadi konflik, jadi kegiatannya jangan di ruang publik. Memang HTI perlu meluruskan ideologinya yang ingin membangun daulah khilafah, itu bersimpangan dengan Pancasila,” katanya sat kantornya, Jumat (21/4/17).
Ada banyak tanggapan yang berbeda-beda ketika beberapa gerakan di daerah mulai bertindak terhadap HTI. Ada yang nyinyir, ada yang memuji, ada pula yang was-was.
Pancasila sudah menjadi ideologi bangsa atas dasar kemajemukan di tengah masyarakat. Taufiq mempersilakan HTI menyampaikan aspirasi asalkan tidak kontras dengan hukum tertulis dan hukum tidak tertulis yang berkembang di masyarakat. “Silakan berkegiatan sejauh tidak berdampak negatif di masyarakat,” tegasnya.
Kedatangan ratusan massa HTI sempat membuat pengunjung Taman Bekantan heboh. Warga yang kebetulan sedang berolahraga langsung mengerumuni massa HTI yang mengusung bendera tauhid. Melihat warga yang terus berdatangan, polisi meminta massa HTI mencopot bendera berkelir hitam dan putih itu.
“Tolong dilepas benderanya, dan segera bubar saja. Kalau lama-lama di sini, nanti temannya ke sini semua. Warga juga bubar, ayo bubar,” ujar Kepala Polisian Sektor Banjarmasin Tengah, Komisaris Uskiansyah.
Hal senada juga disampaikan Kepala Kepolisian Resor Kota Banjarmasin, Kombes Anjar Wicaksana, mengatakan pembubaran itu dilakukan untuk mengantisipasi kerusuhan karena sebagian elemen masyarakat menolak tabligh akbar HTI. Selain itu, kata Anjar, polisi belum menerbitkan surat tanda terima pemberitahuan (STTP) sebagai izin menggelar tabligh akbar.
Inilah alam demokrasi, namun dimanfaatkan pembenci demokrasi untuk merebut kekuasaan dengan segala cara, dan pilgub DKI yang telah usai dilaksanakan merupakan gerbang menuju hal tersebut. Penangkapan Al Khaththath oleh pihak kepolisisan membuka kedok tentang koboi Khilafah yang sekarang semakin cemas.
Belum ada tanggapan untuk "Tawarkan Konsep Khilafah Gantikan Pancasila,Kehadiran HTI Ditolak DI Seluruh Daerah"
Posting Komentar