Wapres Menilai kerjasama Ekonomi Dengan Amerika Juga Akan Menguntungkan Masyarakat Indonesia





KanalBerita8.co-Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Wakil Presiden Michael Pence menyaksikan penandatangan dua nota kesepahaman (MoU) bidang energi antara perusahaan Indonesia dan Amerika Serikat.

Penandatangan MoU antara Pertamina-ExxonMobil tentang LNG senilai 6 miliar dolar AS dan Perusahaan Listrik Negara (PLN)-Pacific Infra Capital tentang turbin pembangkit listrik di Jawa dan Bali senilai 2 miliar dolar AS. 

"Tidak hanya rakyat Indonesia, tapi rakyat Amerika juga membutuhkan kerja sama di bidang ini," Kata JK di Hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (21/4/17).

Indonesia dan AS berkomitmen untuk menjalin kemitraan strategis yang saling menguntungkan. Pasar AS juga sangat terbuka bagi produk Indonesia. Karena kata kuncinya adalah win-win solution, soal perdagangan yang adil.

Mike Pence mengatakan kerja sama tersebut akan bermanfaat dan menguntungkan kedua negara. "Saya menantikan untuk mengupayakan hubungan yang kuat dengan Anda saat ini dan di tahun-tahun berikutnya demi keuntungan bagi kedua bangsa kita," kata dia.

Pence melanjutkan, negara-negara anggota gabungan ASEAN, adalah negara-negara yang menjadi tujuan investasi utama bagi Amerika. Bahkan, dia mengklaim investasi di ASEAN lebih besar dari investasi gabungan di China, India dan Jepang.

"Angka yang ditunjukkan ini luar biasa. Ikatan ekonomi yang luar biasa ini merupakan bukti adanya ikatan antara AS dan ASEAN. Ada 11 transaksi besar bernilai lebih dari USD10 miliar yang terjadi hari ini," katanya.

Dia melanjutkan, kerjasama ini merupakan bentuk ketertarikan perusahaan Amerika di Indonesia. Menurutnya, hari ini bisa dibilang sebagai hari bersejarah bagi kemitraan Indonesia-Amerika.

"Indonesia dan Amerika bisa berbuat lebih banyak untuk memperbaiki perdagangan. Ekspor Amerika telah turun 30% dalam empat tahun terakhir," tutur dia.

Kunjungan Pence menjadi momentum bagi pemerintah Indonesia untuk mendorong percepatan kerja sama di sektor energi. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membahas peluang kerja sama di sektor energi mulai dari listrik hingga Energi Baru Terbarukan (EBT).

Perbincangan sektor energi dalam lingkup yang lebih makro sehingga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian Indonesia.

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, salah satu cara meningkatkan kerja sama di sektor listrik adalah dengan mengoptimalkan US Power Working Group for Indonesia yang merupakan kelompok bisnis di sektor ketenagalistrikan yang terbentuk sejak 25 September 2015.

“Saya akan terus menjalin kerja sama melalui kelompok bisnis yang sudah dibentuk, terutama karena kita juga memiliki target peningkatan rasio elektrifikasi hingga 99% pada 2019 dan 100% pada 2020,” ungkap Jonan dalam keterangan tertulisnya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Wapres Menilai kerjasama Ekonomi Dengan Amerika Juga Akan Menguntungkan Masyarakat Indonesia"

Posting Komentar