Sempat Menurun Kini Rupiah Kembali Menguat Usai Pilkada DKI


KanalBerita8.co- Melemahnya nilai tukar rupiah pada Selasa (18/4/17) cukup tipis 0,02% atau 2 poin di posisi Rp13.288 per dolar AS. Adapun pada sesi perdagangan Senin (17/4), rupiah sempat ditutup melemah 0,09% atau 12 poin di posisi Rp13.286 per dolar AS.

Perkembangan situasi politik di Jakarta tidak bisa dikatakan sebagai indikator pelemahan pergerakan IHSG di pasar modal.

Namun sejumlah analis menilai faktor melemahnya itu disebabkan pada perdagangan kemarin, adanya Pilkada dan pidato Yellen membuat para investor melakukan aksi wait and see, sehingga menyebabkan IHSG berada di zona merah. 

"Kebetulan kondisi global saat itu sedang kurang baik. Sehingga cenderung berimbas negatif ke IHSG," kata Analis Binaartha Reza Priyambada.

Pelemahan IHSG ini sejalan dengan mayoritas bursa di Asia yang bergerak melemah akibat Perhatian investor yang tertuju pada testimoni Gubernur The Fed Janet Yellen di depan kongres mengenai kebijakan yang dijadwalkan Selasa waktu Amerika atau Rabu WIB. 

Sementara putaran kedua Pilkada ini juga dapat memberikan efek negatif terhadap pasar, akibat aksi wait and see para investor masih akan berlanjut hingga April mendatang. Meski demikian, apabila tidak terjadi hiruk pikuk politik serta kerusuhan akibat demo seperti pada beberapa bulan terakhir, pasar mungkin akan bergerak secara normal.

Adapun Dolar AS terus terpuruk, dan data Tiongkok lebih baik. Dollar index melanjutkan penurunannya hingga dini hari tadi, Selasa (18/4) masih merespons Donald Trump yang lebih lunak terhadap proteksi dagang AS.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan mata uang dolar terhadap mata uang utama lainnya terpantau terkoreksi 0,04% atau 0,04 poin ke posisi 100,250 pada pukul 15.54 WIB.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis 0,03% atau 4 poin di Rp13.294 per dolar AS pada perdagangan Rabu (19/4/17).

Pergerakannya kemudian lanjut menguat 0,04% atau 5 poin ke Rp13.293.

Dengan demikian diharapkan sejumlah pelaku pasar dengan berakhirnya Pilkada akan mampu membalikkan perkonomian ke puncaknya.

 Meskipun ini bukan sebuah pekerjaan rumah yang gampang bagi Gubernur terpilih dalam menjalankan prinsip good governance sebagaimana yang tertera dalam peraturan perundang-undangan di tingkat Negara dan daerah. Intinya, pemimpin baru ini mampu mendatangkan kesejahteraan bagi rakyat.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sempat Menurun Kini Rupiah Kembali Menguat Usai Pilkada DKI"

Posting Komentar