Masyarakat Ponorogo Sadar Bencana, Minta Pemkab Segera Merelokasi Permukiman Mereka




KanalBerita8.co- Duka yang dialami Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (1/4) mengundang empati simpati atas bencana tanah longsor yang terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dibantu aparat gabungan setempat terus melakukan upaya evakuasi korban bencana.
Menurut data BPBD, ada belasan korban luka-luka yang selamat sudah dilarikan ke Puskesmas Pulung. Namun Korban yang tertimbun belum masih belum berhasil dievakuasi, karena cuaca yang tidak bersahabat, serta medan yang cukup terjal.
Menurut Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono mengatakan volume longsor panjang sekitar 800 meter dan tinggi 20 meter. Kronologi tanah longsor
Sekitar pukul 07.30 WIB diawali suara gemuruh, sehingga sebagian masyarakat berusaha menyelamatkan diri ke tempat lebih aman. Selanjutnya, sekitar pukul 08.00 WIB bencana longsor terjadi disertai dengan suara letusan menerjang 2 RT (RT 2 dan 3).
Sebanyak 30 rumah penduduk dan ladang masyarakat dengan jumlah jiwa 50 orang tertimpa longsor.
Menurut keterangan pihak kepolisian,  Kanit Turjawali Polres Ponorogo Ipda Agus Saiful Bahri, menerangkan jika hujan deras sempat mengguyur sehingga menganggu jalannya proses pencarian korban yang diduga masih ada yang tertimbun longsoran.
Ditambahkan Dia, beberapa kendaraan warga juga ikut tertimbun dan terseret longsor belum dievakuasi. Petugas gabungan dari TNI, Polri, BPBD serta Tim SAR lainnya dikerahkan untuk mencari korban.
Seraya mengimbau, Setyo memberikan arahan kepada masyarakat untuk menjauh dari lokasi longsor, mengingat kondisi tanah masih labil dan kemungkinan bisa terjadi longsor susulan.
Sementara, terkait perlengkapan bagi pengungsi serta keluarga korban, Pemprov Jatim telah menyiagakan logistik dan membuka dapur umum 24 jam.
“Makanan, minuman, selimut, dan perlengkapan lainnya sudah siap untuk kebutuhan warga. Petugas kita dari BPBD Jatim dan Dinas Sosial siap di lokasi,” kata Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Saifullah Yusuf.
Atas peristiwa ini Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawangsa meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur merelokasi korban dan permukiman di sekitar lokasi tanah longsor.
Khofifah menilai bencana tanah longsor dipicu meningkatnya lahan kritis, berkurangnya tutupan lahan, degradasi lingkungan, berkurangnya resapan air dan pertanian yang tidak memerhatikan konservasi lingkungan.
“Mengingat daerah tersebut menyandang status rawan bencana,” katanya saat mengunjungi korban longsor.
Karenanya kata Dia perlu upaya terstruktur, sistematis, dan massif dalam menangani persoalan itu. Selain itu, ia beranggapan, pihak terkait harus meningkatkan pemahanan masyarakat untuk sadar bencana.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Masyarakat Ponorogo Sadar Bencana, Minta Pemkab Segera Merelokasi Permukiman Mereka"

Posting Komentar