KanalBerita8.co- Keadilan sosial belum dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia sepenuhnya, seperti yang tertuang pada sila terakhir dari Pancasila, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Bangsa Indonesia.
Makna dari sila kelima ini adalah keadilan sosial yang seharusnya dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia. Namun realitanya, sudahkah semua pihak mendapatkan rasa adil itu?
Pada kenyataan yang terjadi pada penduduk Indonesia, keadilan sosial belumlah terpenuhi dalam berbagai aspek kehidupan. Sebagai contoh bahwa kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan miskin terlihat sangatlah nyata.
Disaat mereka berjuang keras demi sesuap nasi sebagai penyambung hidup, banyak kaum eksekutif yang menghambur-hamburkan uang dengan sengaja. Belum mengenai kasus pejabat yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk korupsi uang rakyat yang sebenarnya untuk mendanai kepentingan umum.
Menurut Cendekiawan muslim Ahmad Syafii Maarif, atau yang akrab disapa Buya Syafii menilai, sila kelima belum menjadi pedoman membangun bangsa sejak kemerdekaan. Sila kelima disebut sudah menjadi yatim piatu sejak awal.
“Pancasila masih di atas awan tinggi. Keadilan kita belum tegak. Kesenjangan sosial kita ini tajam sekali,” ungkapnya di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (30/3/17).
Buya sedikit menerawang mencoba mengembalikan ingatannya saat dimana Presiden pertama Indonesia, Soekarno berpidato pada 1 Juni 1945 di sidang BPUPKI. ketika itu, Bung Karno sempat menyinggung jika di dalam Indonesia merdeka, tidak akan ada lagi kemiskinan.
Namun sayang, kata-kata Bung Karno tidak diperjuangkan hingga Indonesia berusia 71 tahun kesenjangan sosial di Indonesia makin tajam.
“Kalau dibiarkan terus menerus, saya khawatir bangsa ini sedang menggali kubur masa depannya. Itu sangat-sangat berbahaya,” paparnya.
Buya menyoroti soal ketimpangan ekonomi Indonesia, di mana satu orang kaya bisa menguasai sekitar 50 persen total kekayaan negara. Ia menyebut hal ini sebagai sebuah pengkhianatan kepada bangsa.
Pancasila ini bukan hanya sebagai pedoman hidup bangsa, atau lebih rendah, hanya dihafal sewaktu upacara bendera. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Indonesia lebih dari sebuah azas, namun juga menjadi tujuan dari kehidupan bernegara, tujuan dari didirikannya negara Indonesia ini.
Sebuah negara yang adil, makmur, dan sejahtera, dimana semua rakyatnya tanpa terkecuali mendapatkan keadilan. Tentu saja ini bukan hanya peran pemerintah saja, namun berbagai kalangan patut mencerna dan tuurt serta menciptakan keadilan di Bumi Pertiwi ini.
Maka dari itu, rasa persatuan bangsa Indonesia yang hidup berdampingan secara harmonis tanpa membeda-bedakan suku ras dan agama dibawah suatu kepemimpinan yang demokratis dimana keputusan diambil secara musyawarah akan mencapai tujuan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia.
Belum ada tanggapan untuk "Kesenjangan Sosial Masih Meningkat Tajam,Buya Safii Ajak Hidup Berdampingan Tanpa pandang Bulu"
Posting Komentar