Dari Penarikan Kertas Hingga Pelaporan Ke Polisi,DPD dinilai Makin Memperburuk Citra Parlemen Di mata Rakyat



KanalBerita8.co- Sidang rapat paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Senin (3/4/17) diwarnai kericuhan sebelum acara berlangsung. Pemandangan seperti taman kanak-kanak ini diselingi dengan aksi saling dorong, berteriak-teriak, serta merampas kertas dari tangan ketua.

Keributan yang berpangkal ketika seorang senator protes keras soal putusan rapat panitia musyawarah semakin tak terhindarkan. Bahkan setelah rapat dibuka pun insiden-insiden kecil masih terjadi. Yang tak kalah menariknya, insiden anggota DPD yang ditarik dari podium sampai berujung pada pelaporan ke polisi.
Insiden keributan di dalam rapat paripurna, sama saja merontokkan wibawa anggota parlemen dan merendahkan martabat.
Meski begitu, rapat yang berakhir pada (4/4/17) dini hari ini menetaskan Oesman Sapta Odang sebagai Ketua DPD, sementara Nono Sampono dan Darmayanti Lubis masing-masing sebagai wakil ketua DPD.
Inilah potret terburuk bagi anggota DPD yang terus dipertontonkan ke publik dalam beberapa terakhir ini saling memperebutkan kursi jabatan Pimpinan baik Ketua maupun Wakil Ketua DPD-RI.
Sejatinya, rakyat bisa menakar kualitas wakil yang dipilihnya. Ini pelajaran penting yang bisa dipetik oleh rakyat maupun anggota DPD. Bagi rakyat, anggota parlemen seperti ini tak perlu dipilih kembali.
Menurut Mantan Anggota Komisi Konstitusi MPR, Tjipta Lesmana, mengatakan praktik yang dilakukan DPD menunjukkan adanya pengabaian hukum dan perlawanan terhadap putusan Mahkamah Agung (MA).
Sebelum rapat paripurna dilaksanakan, MA telah mengeluarkan putusan membatalkan Tata Tertib DPD Nomor 1/2016 dan 1/2017 yang mengatur tentang masa jabatan pimpinan DPD 2,5 tahun.
Jika mengacu pada putusan itu, seharusnya tak ada pemilihan pimpinan DPD.
“Wakil rakyat kok enggak tahu ya, Mahkamah Agung itu lembaga peradilan hukum tertinggi di RI. Begitu sudah ketok palu dan inkrah wajib dilaksanakan,” paparnya.
Perlu diketahui, dengan jabatan baru ini, Oesman Sapta, yang juga Ketua Umum Partai Hanura, memegang dua jabatan sekaligus dalam lembaga legislatif. Selain Ketua DPD, Oesman masih menjabat Wakil Ketua MPR RI.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Dari Penarikan Kertas Hingga Pelaporan Ke Polisi,DPD dinilai Makin Memperburuk Citra Parlemen Di mata Rakyat"

Posting Komentar