KanalBerita8.co- Pengadangan dan pembubaran paksa yang dilakukan Gerakan Pemuda Ansor bersama Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) terhadap aksi konvoi ratusan anggota Hizbut Tahrir Indonesia yang sedang melakukan aksi Kirab Panji Rosululloh di perbatasan Trenggalek-Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (1/4) memicu ketegangan.
Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Tulungagung, Syahrul Munir mengatakan kegiatan mereka membawa misi konsep khilafah dalam kehidupan bernegara diduga berpotensi memecah-belah umat.
“Penghadangan dan pembubaran paksa kami lakukan karena kegiatan mereka dengan membawa misi konsep khilafah dalam kehidupan bernegara berpotensi memecah-belah umat,” katanya.
Munir menjelaskan, mereka berniat estafet Panji Rosululloh dengan membawa misi khilafah mulai dari Ponorogo hingga Banyuwangi yang berpuncak di Masjid Al-Akbar, Surabaya.
Ansor dan Banser tegas menolak kegiatan itu, karena menurut mereka sudah bertentangan dengan prinsip dan komitmen NU sebagai garda terdepan menjaga keutuhan NKRI.
Namun demikian, Ketua HTI Kabupaten Trenggalek dr Fahrul Ulum mengatakan kegiatan yang mereka gelar sebenarnya hanyalah edukasi ketauhidan dengan mengingatkan sejarah keislaman di zaman Nabi Muhammad SAW.
“Melalui kegiatan itu HTI melakukan kirab Panji Rosululloh, yakni panji aliwak yang berwarna putih dan aroyah yang berwarna hitam. Dua panji ini selalu dibawa Rosululloh kemanapun pergi sebagai simbol perjuangan dan syiar yang dilakukan kala itu,” kata Fahrul.
HTI lanjut Fahrul, ingin melakukan kegiatan edukasi sekaligus sosialisasi kepada masyarakat, khususnya umat muslim di Tanah Air tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW sehingga bisa meneladaninya sesuai ajaran Islam.
Sementara itu, Wakapolres Tulungagung Kompol I Dewa Gede Julaiana membenarkan adanya aksi penghadangan konvoi atau kirab Panji Rosululloh HTI oleh massa Ansor dan Banser Tulungagung di perbatasan Trenggalek-Tulungagung.
“Kami hanya memantau dan memastikan keamanan tetap kondusif,” katanya.
Sebelumnya, guna antisipasi Ketua Satkorcab Banser Trenggalek, Fatkhur Rohman telah meminta Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan aparat untuk menghentikan seluruh kegiatan HTI di Trenggalek yang bersifat makar.
Surat itu bahkan sudah disampaikan sebelum diadakannya konvoi hari ini agar tak terjadi keributan. Namun faktanya aktivis HTI tetap ngotot melakukan konvoi.
Tidak ada pernyataan dari pihak HTI atas penghadangan itu. Mereka langsung membubarkan diri setelah sempat bersitegang dengan Banser.
Belum ada tanggapan untuk "Adakan Kegiatan Yang Berpotensi Memecah Belah Umat,Rombongan HTI Dibubarkan Warga"
Posting Komentar