KanalBerita8.co- Masuknya pengaruh global di Indonesia sedikit banyaknya telah mereduksi pengertian akan jihad. Bahkan pengaruh internal pun kini secara tak langsung tanpa disadarai ikut berperan.
Jihad itu sendiri kerap kali menjadi satu keharusan dalam sebuah tindakan memaknai perang, jika dalam situasi perang. Namun berbeda pengertiannya jika dalam tujuan perdamaian (islah), perbaikan pada kondisi damai.
Sangat disayangkan jika makna jihad itu digunakan sebagai seruan untuk perang dalam keputusan yang tidak relevan seperti saat ini.
Menurut Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin mengatakan fenomena radikalisme dan terorisme belakangan ini yang menwabah di Indonesia tentu tidak sepatunya jihad itu melulu tentang tindakan perang.
Karenanya penyimpangan tersebut, menurut Ma’ruf, tidak hanya pada pemaknaan jihad, tetapi juga karena menerapkan ayat-ayat Al-Qur’an tentang perang ke dalam suasana damai.“Ini saya kira distorsi pemaknaan jihad atau (distorsi) pemahaman agama,” katanya.
Merujuk pada kisah Umar bin Khattab yang tidak memberlakukan pola distribusi hasil perang yang termatub dalam Al Anfal 41, karena jika dibiarkan akan menimbulkan kedzaliman.
Dilain kisah, saking prinsipnya dalam kehidupan, Nabi saw pun memuji orang yang adil, meski tidak pernah mengucapkan syahadat. Itu yang tercermin dari ucapan Junjungan Saw saat menyuruh sahabatnya yang tertindas di Mekkah untuk berhijrah ke Abessinia (Ethiopia).
Maka dengan demikian, dalam keadaan damai, jihad dalam Islam tidak bisa diartikan sebagai upaya memerangi orang lain yang berada di luar kelompoknya.
Kesalahpahaman arti itu, menurut Maruf terjadi karena paham radikal terorisme yang telah mendistorsi nilai-nilai agama dan menginterpretasikannya sesuai dengan keinginannya.
Untuk itu, Ma’ruf mengajak seluruh elemen bangsa untuk memberantas dan melawan paham radikal terorisme yang menurutnya bisa menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“NKRI adalah harga mati karena itu harus dijaga dipelihara dengan berbagai cara dan metode,” tegasnya.
Dalam sebuah acara Refleksi Kebangsaan yang bertemakan Pancasila, Ma’ruf juga sangat mendukung langkah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam memerangi terorisme, baik dengan pencegahan maupun penindakan.
Belum ada tanggapan untuk "Rais Aam PBNU Menyayangkan Jika Makna Jihad Digunakan Sebagai Seruan Untuk Perang"
Posting Komentar