Hindari Over Supply daging ayam,Kementan Meminta Populasi Ayam ras harus Di tingkatkan




KanalBerita8.co- Dalam dua bulan terakhir para peternak unggas dan telur ayam mengaku menderita kerugian sebesar Rp 2,8 triliun. Diantaranya kerugian yang diderita peternak ayam broiler atau pedaging sebesar Rp 1,2 triliun dan peternak ayam layer atau petelur sebesar Rp 1,6 triliun.

Jika pemerintah belum mampu menekan penurunan harga ayam maka dalam satu dua bulan ke depan banyak peternak lokal yang gulung tikar alias bangkrut.
Kementerian Pertanian, mengeluarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 3035/Kpts/PK010/F/03/2017 terkait pengurangan ayam umur sehari (day old chick/DOC) broiler dan DOC layer.
Langkah tersebut dilakukan guna mengatasi permasalahan perunggasan di Indonesia saat ini, terutama terkait adanya penurunan harga ayam hidup, baik broiler dan jantan layer, serta telur dibawah harga pokok produksi.
Dalam surat keputusan tersebut terdapat beberapa poin yang ditekankan, salah satu yang paling utama adalah penerbitan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61 Tahun 2016 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam Ras.
Adapun, poin-poin lainnya berupa pembentukan tim analisis, asistensi dan pengawas dalam mendukung pelaksanaan Permentan Nomor 61 Tahun 2016, melakukan analisis daging dan telur ayam ras, menggelar pertemuan dengan stakeholder terkait dinamika perunggasan nasional, serta memantau pelaku usaha terkait pelaksanaan Permentan Nomor 61 Tahun 2016.
Kemtan mencatat salah satu penyebab harga daging dan telur ayam turun akibat kelebihan produksi. Sementara tingkat konsumsi masyarakat Indonesia terhadap daging dan telur ayam yang masih rendah.
Kebijakan kali ini kata Ketut dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga ayam broiler dan layer yang berada di bawah Harga Pokok Produksi (HPP). Saat ini, harga ayam pedaging tercatat Rp12 ribu di tingkat peternak sementara HPP mencapai Rp17 ribu.
Oleh karena itu, peningkatan populasi ayam ras harus diimbangi dengan seberapa besar kebutuhan atau permintaan, agar menghindari terjadinya penurunan harga akibat over supply daging ayam.
Selanjutnya para pelaku usaha dalam melaksanakan pengurangan DOC FS Broiler dan DOC FS Jantan Layer serta FS Layer wajib menyampaikan laporannya secara tertulis kepada Dirjen PKH.
 “Pengawasan akan dilakukan cross monitoring oleh Tim Analisis dan Pengawas Bibit Ternak Provinsi, Kabupaten, Kota sesuai dengan kewenangannya,” kata Dirjen Pertanian dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita, Kamis (30/3/17).
 Menurut Ketua Perhimpunan Peternak Rakyat dan Perunggasan Nasional (PPRPN) Rofi Yasifun mengatakan, peternak rakyat merupakan aset negara dalam memproduksi protein hewani. Peternak rakyat juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Namun bila bisnis peternak rakyat terus mengalami gonjang-ganjing akibat harga yang anjlok, maka peternak unggas rakyat akan bangkrut.
 “Semua solusi yang ditawarkan pemerintah belum mampu membuat bisnis peternak lebih baik, malah jumlah peternak rakyat yang merugi terus bertambah,” ujarnya, Jumat (31/3).
 Ia menjelaskan, sebenarnya bisnis peternakan unggas rakyat telah mulai terpuruk sejak tahun 2013 karena kelebihan pasokan. Sementara regulasi yang diklaim pemerintah telah disusun untuk menyelamatkan usaha peternakan unggas rakyat tidak jalan. Sehingga upaya tersebut tidak memiliki dampak positif bagi peternak.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Hindari Over Supply daging ayam,Kementan Meminta Populasi Ayam ras harus Di tingkatkan"

Posting Komentar