KanalBerita8.co- Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak stabil di perdagangan hari ini, Kamis (30/3). Rupiah dibuka di level Rp 13.313 per USD atau hanya turun satu poin dibanding penutupan kemarin di Rp 13.314 per USD. Menurut data Bloomberg.
Sementara Dolar AS kembali bergerak melemah terhadap mayoritas mata uang di negara berkembang, termasuk rupiah menyusul kebijakan Presiden AS Donald Trump yang resmi menarik kesepakatan Kemitraan Trans Pasifik (Trans Pacific Partnership/TPP) kata Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova.
Menurut dia, dengan Amerika Serikat menarik diri dari TPP, membuat pelaku pasar berekspektasi bahwa ekonomi di negara yang memiliki julukan “Negeri Paman Sam” itu masih akan melambat.
“Amerika Serikat masih memiliki ketergantungan yang besar terhadap perdagangan internasional, dengan keluar dari TPP maka ekonomi AS akan melambat yang akhirnya dapat menahan kebijakan The Fed (bank sentral AS) untuk menaikan suku bunganya,” katanya.
Rully mengharapkan sentimen eksternal yang cenderung mendukung apresiasi rupiah itu juga diiringi sentimen dari dalam negeri, terutama dari situasi politik dan keamanan.
“Sebagian investor mencermati perkembangan politik dan keamanan, diharapkan tetap kondusif,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara mengatakan, nilai tukar Rupiah tetap menguat pada Februari 2017 sejalan dengan stabilitas makroekonomi yang terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian keuangan global. Bulan Februari, Rupiah rata rata mengalami apresiasi atau menguat sebesar 0,17 persen (month to month) menjadi Rp 13.338 per USD.
“Ke depan, Bank Indonesia akan terus mewaspadai risiko yang dapat timbul terkait arah kebijakan AS dan dampak lanjutan kenaikan FFR (Fed Fund Rate), serta risiko ketidakpastian politik di sejumlah negara Eropa,” ungkapnya.
Sementara itu Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, permintaan tinggi terhadap surat utang negara yang dibarengi pemulihan laju indeks harga saham gabungan (IHSG), dapat mengurang dampak negatif dari penguatan dolar indeks.
“Walaupun menguat, rupiah masih menjadi salah satu kurs yang penguatannya paling sedikit di Asia semenjak awal tahun,” paparnya.
Ditambahkan Rangga, fokus investor saat ini sembari menunggu rilis inflasi Maret 2017, juga memperhatikan rencana aksi demontrasi ormas Islam yang dijadwalkan Jumat ini.
Belum ada tanggapan untuk "Rupiah stabil di level Rp 13.313 per USD,Sebagian Investor Harapkan Sentimen Politik dan Keamanan tetap Kondusif"
Posting Komentar