KanalBerita8.co- Pelanggaran batas wilayah udara sering terjadi di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan. Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin mencatat pelanggaran batas wilayah udara paling banyak dilakukan pesawat militer dan pesawat tanpa jadwal dari negara lain.
Pelanggaran udara itu ada banyak macamnya, bisa dikategorikan pesawat berawak dan tak berawak.
Pesawat Australia dan Amerika Serikat (AS) sering melintas di wilayah udara Indonesia.
Danflightlat Skadron Udara 11, Mayor (Penerbang) Setyo Budi di Lanud Hasanuddin mengatakan pesawat-pesawat tersebut masuk dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (Alki) 2 yakni Laut Sulawesi, Selat Makassar, Laut Flores, dan Selat Lombok yang hanya bisa dideteksi oleh radar militer.
Selain itu, pesawat-pesawat tersebut juga memanfaatkan daerah-daerah yang tidak terpantau oleh ground radar.
“Karena di Indonesia itu belum 100 persen semua ter-cover, masih ada yang namanya blank area. Ada juga yang terpantau radar sipil namun tidak 100 persen seperti radar militer,” kata Setyo.
Setyo menambahkan, pengamanan wilayah pun diperkuat dengan pelibatan pesawat pengintai yang berada di Skadron Udara 5/Intai Strategis. Di sana ada 4 pesawat jenis Boeing 737-200 dan 1 unit CN 235 MPA buatan PT Dirgantara Indonesia (DI).
Selain melakukan pengintaian, Komandan Skadron Udara 5 Letkol Pnb Akal Juang, menegaskan armada di Skadud 5 diberi mandat untuk melaksanakan operasi SAR serta mengambil foto udara dari jarak 35 ribu feet, khususnya terhadap sejumlah kapal asing ilegal yang melintas di perairan Indonesia.
Tugas pemantauan itu berada di bawah kendali Detasemen Pertahanan Udara (Denhanud) 472, Komando Korps Pasukan Khas (Paskhas).
Sementara ditempat berbeda, Kepala Dinas Penerangan (Dispen) TNI AU Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya menyebut pada tahun 2017 sudah tak ada lagi pelanggaran udara.
TNI AU menegaskan pelanggaran batas wilayah udara di Indonesia semakin berkurang.”Tahun 2016 masih ada beberapa pesawat asing yang tidak memilik izin melintas di udara Indonesia. Dan untuk tahun 2017 ini sudah tidak ada lagi,” ungkap Jemi kepada wartawan di Lanud Abdulrahman Saleh, Malang, Jawa Timur, kemarin.
Belum ada tanggapan untuk "Jaga Batas Wilayah Indonesia,Pesawat Pengintai Dilibatkan Dalam Penjagaan Batas Udara di Sulawesi"
Posting Komentar