Pemerintah akan Stop impor beras,Program Swasembada pangan akan terus di kawal Mentan




KanalBerita8.co- Kebijakan pangan yang dilakukan Menteri Pertanian Indonesia Andi Amran Sulaiman guna mengurangi ketergantungan bahan pangan dan teknologi pertanian dari luar negeri mendapat apresiasi dari  Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization, FAO) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Amran Sulaiman mengatakan, sejumlah negara kerepotan karena Indonesia sudah tak lagi mengimpor beras. Salah satu negara yang mulai merasa kerepotan adalah Thailand, yang biasa mengekspor  beras ke Indonesia.
“Delegasi Thailand bilang kalau mereka kerepotan karena sudah tak lagi mengekspor beras ke Indonesia, padahal Indonesia adalah pasar ekspor terbesar beras Thailand,” ujar Amran di Jakarta, Minggu (26/3/17).
Dengan tak lagi mengimpor beras dari Thailand, pemerintah Indonesia pun memperoleh apresiasi dari Vietnam. Hal itu disampaikan delegasi Vietnam kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla saat melakukan pertemuan beberapa waktu lalu.
“Delegasi Vietnam juga menyampaikan apresiasinya karena Indonesia tidak melakukan impor di 2016 dan 2017,” tambahnya.
Menurut Amran, impor komoditas pangan erat kaitannya dengan harga diri bangsa. Lanjut dia, kalau mau dihargai bangsa lain maka harus bisa memenuhi kebutuhan sendiri. “Melalui pangan bisa terhindar di mata dunia.” paparnya yakin.
Amran berharap pemerintah bisa menahan laju impor beras hingga 2019. “Kalau kita mau, pasti hingga 2019 bisa kita tidak impor. Persoalannya beda kalau kita tidak mau,” ucapnya.
Namun disisi lain, petani justru mengeluhkan masalah gabah. Seorang petani asal Kedu, Jawa Tengah, Subhan mengaku tak bisa mengirimkan gabahnya ke gudang Bulog karena penuh oleh stok beras  sejahtera yang sudah empat bulan terakhir tak didistribusikan ke masyarakat. Akibatnya dia terpaksa mendistribusikan gabahnya ke Jawa Timur.

Melihat itu, pemerintah langsung cepat merespon, dikatakan Amran, pemerintah akan menyewa gudang, jika gudang Bulog penuh dalam upaya penyerapan gabah. Anggaran untuk penyewaan gudang ini  berada di Perum Bulog. “Bila perlu gudangnya mitra kami sewa, sudah selesai. Anggarannya ada di Bulog,” katanya.
Menurut data Kementerian Pertanian, tim Serap Gabah Petani (SERGAP) yang dibentuk oleh Kementerian Pertanian bekerja sama dengan TNI AD dan Perum Bulog dan Pemda pada periode Januari hingga 25 Maret 2017 telah menyerap 754.330 ton gabah atau 377.165 ton setara beras meningkat 420 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016.
Pada periode Maret hingga Agustus 2017, prediksi produksi sebesar 33,64 juta ton gabah kering giling, perlu diserap secara baik sehingga petani dapat memperoleh keuntungan yang adil dan cadangan beras di Perum Bulog meningkat.
Seperti diketahui, dua tahun terakhir, Indonesia berhasil meningkatkan produksi padi, jagung, dan merevitalisasi infrastruktur pangan.
Data dari BPS dan kementerian pertanian, FAO menyebutkan dalam dua tahun pemerintahan Jokowi-JK, kinerja sektor pangan, mengembalikan Indonesia ke masa swasembada pangamn era 1980 dan 1990-an.
Persediaan beras nasional saat ini sampai dengan Mei 2017 mendatang mampu dicukupi dari produksi sendiri, sehingga tidak ada impor beras di tahun 2016 ini. Kini stok pangan nasional sudah 1,980 juta ton.
Program Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada Pangan yang dikawal mentan sejak akhir 2014, dinilai mampu meraih target produksi dalam waktu singkat. Berdasarkan data BPS (2016) Angka Tetap (ATAP)
produksi padi 2015 mencapai 75,4 juta ton GKG, naik 6,42% dibandingkan ATAP tahun 2014.Kemudian data Pra Angka Ramalan-II produksi padi 2016 mencapai 79,1 juta ton sehingga terjadi peningkatan produks padi sebesar 4,96%.
Bulan Oktober 2016, Indonesia memiliki persediaan stok beras di gudang Bulong mencapai 2,6 juta ton. Produksi padi 2016 ini setara dengan beras 44,3 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi  beras hanya 33.3 juta ton. Dengan demikian, neraca beras mencapai surplus 11,0 juta ton.
Beras ini tersimpan di petani, gudang penggilingan, pedagang, industri, Bulog dan di konsumen.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pemerintah akan Stop impor beras,Program Swasembada pangan akan terus di kawal Mentan"

Posting Komentar