Pengeroyokan Tertuduh Pencuri Ampli Musala Berlangsung 1 Jam

http://ift.tt/2vjaTUu







Jakarta – MA (25) menjadi bulan-bulanan sekelompok warga di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, setelah dituduh sebagai pencuri amplifier Musala Al-Hidayah. Selama sekitar 1 jam, MA harus meraskan penderitaan hingga nyawanya meregang.

“Durasi (pengeroyokan), kita pelajari kejadian itu kurang lebih satu jam. Tetapi, menurut saksi ada sebagian saksi yang mematikan api yang masih menyala di korban,” jelas Kapolrestro Bekasi Kombes Pol Asep Adi Saputra kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/8/2017).


Total saat ini, sudah ada lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk pelaku penyiram bensin ke tubuh korban. Tersangka berinsial SD (27) itu ditembak kakinya karena mencoba lari saat hendak diminta menunjukkan pelaku lain.


Sementara, Asep belum bisa memastikan berapa jumlah pelaku yang mengeroyok korban saat itu. Dari rekaman video yang beredar di media sosial, polisi memperkirakan pelaku lebih dari 10 orang.


“Hanya saja, itu kan yang kelihatan ada yang hanya kakinya saja, tangannya saja. Kalau SD ini dia sekilas kelihatan wajahnya di YouTube itu sewaktu menyiramkan bensin,” sambungnya.


Polisi telah menggali kuburan MA pagi tadi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban.


“Sudah dilakukan (pembongkaran kuburan), tadi bekerja sama forensik Mabes Polri untuk mengetahui secara tepat dan akurat apa yang menjadi penyebab meninggalnya korban ini,” lanjutnya.


Seharusnya, autopsi itu dilakukan polisi sejak awal temuan mayat. Tetapi, saat itu keluarga menolak untuk dilakukan autopsi, dengan catatan bila sewaktu-waktu dibutuhkan, maka akan dilakukan autopsi.


“Dan saat ini, waktu yang dibutuhkan itu tiba, sehingga kita lakukan autopsi dan keluarga juga menginginkan dilakukan autopsi,” tuturnya.

(mei/idh)



Sumber


قالب وردپرس

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Pengeroyokan Tertuduh Pencuri Ampli Musala Berlangsung 1 Jam"

Posting Komentar