KanalBerita8.co- Hanya sekedar unjuk gigi pelaku pembobol 4.600 situs ditangkap pihak kepolisian. Pelaku peretas yang memiliki nama kelompok Gantengers Crew ini di pimpin remaja lulusan Sekolah Menengah Pertama.
Adalah Sultan Haikal (19), remaja lulusan SMP ini akhirnya ditangkap di kawasan Rempoa, Tangerang Rabu (29/3). Sebelumnya, selain Haikal, Mabes Polri meringkus tiga pemuda, MKU (19), AI (19), dan NTM (27), yang memberikan kesaksian bahwa ada 4.600 situs yang pernah dibuka Haikal
Situs milik Polri, pemerintah pusat dan daerah, situs ojek online dan beberapa situs di luar negeri telah diretas oleh SH dan kawan-kawannya.
Haikal diduga melakukan ilegal akses server Citilink dengan menggunakan user name dan password milik travel agen Tiket.com dengan tujuan untuk mendapatkan kode booking tiket pesawat. Setelah mendapatkan kode booking, dia bersama 3 pelaku lainnya menjual kembali tiket tersebut.
SH diketahui sudah meretas sebanyak 4.600 situs, termasuk situs milik Polri. Dia belajar meretas ini secara otodidak melalui internet.
Dari keterangan Polisi, Haikal mengaku uang hasil membobol situs digunakan untuk berfoya-foya. Bahkan Haikal menggunakan uang tersebut untuk membeli motor sport Ducati, yang harganya ratusan juta rupiah.
“Saya belikan motor Ducati sama foya-foya. Nggak ada pengeluaran untuk investasi,” ungkap Haikal di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, kelompok ini fokus dalam membobol situs milik PT Global Network (Tiket.com). Dan Haikal adalah orang yang merekrut tiga anak buahnya lewat media sosial.
“Lewat perkenalan di facebook. Kebetulan sama-sama gamer dan kemudian tukar info soal game,” katanya di Mabes Polri, Rabu (5/4).
Rikwanto menambahkan mereka tidak meretas untuk mencari keuntungan. “Namun semua itu bukan untuk cari keuntungan, tapi kebanyakan untuk urusan unjuk kemampuan,” ujarnya.
Menurut Ahli digital forensik Ruby Alamsyah mengatakan jika aksi yang dilakukan oleh Haikal dan kelompoknya tersebut terbilang cukup nekat.
“Kalau yang ini kan sudah jelas. Menurut saya sih, kalau dari kacamata kami sebagai praktisi security, ini sih ekor biasa saja, kok. Sepengetahuan yang banyak di internet, lalu ada
tulisannya juga ada, sudah tersedia. Masalahnya banyak di Indonesia yang bisa melakukan hal ini, tinggal yang nekat siapa. Nah, kebetulan kelompok inilah yang nekat,” jelas Ruby.
Dengan kemajuan internet saat ini bukan hal yang tidak mungkin bagi masyarakat umum untuk belajar meretas secara otodidak. Yang dibutuhkan hanyalah waktu dan kemauan saja.
Sementara itu, Haikal dan kelompoknya saat ini telah ditahan oleh pihak kepolisian, setelah sempat buron selama empat bulan.Akibat tindakan pembobolan tersebut, perusahaan PT Global Networking mengalami kerugian lebih dari Rp 4 miliar. Kasus tersebut sebelumnya dilaporkan oleh PT Global Networking selaku pemilik situs tiket.com pada 11 November 2016.
Para pelaku dijerat dengan Pasal 46 Ayat (1), (2), dan (3) juncto Pasal 30 ayat (1), (2), dan (3) dan/atau Pasal 51 Ayat (1) dan (2) junto Pasal 35 dan/atau Pasal 36 Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 3, Pasal 5, dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.
Belum ada tanggapan untuk "Salah ManfaatKan Keahliannya,Haikal Peretas Tiket Online Lulusan SMP ini Di Ancam Pasal Berlapis"
Posting Komentar