KanalBerita8.co- Meskipun masih banyak hambatan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan ruas tol ini bisa difungsikan pada saat arus mudik Lebaran tahun ini. Tujuannya untuk mengurangi kemacetan di jalan arteri yang menjadi jalur utama lalu lintas Medan-Aceh.
“Percepatan pembangunan tol masih terkendala masalah lahan. Kalau lahannya cepat maka konstruksi juga akan cepat,” kata Basuki dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/4).
Proyek jalan tol Medan-Binjai dibangun dengan biaya investasi sebesar Rp 1,6 triliun. Jalan tol ini memiliki panjang 25,44 km yang terdiri dari tiga seksi. Seksi 1 Tanjung Mulia-Helvetia sepanjang 6,07 km, progres fisiknya sebesar 16,71 persen. Sedangkan pembebasan lahan baru mencapai 67 persen dari 33,66 hektare lahan yang dibutuhkan. Target penyelesaian konstruksinya selesai pada Desember 2017.
Seksi 2 Helvetia-Sei Semayang sepanjang 9,05 km, progres fisiknya telah mencapai 88,43 persen dengan lahan yang sudah dibebaskan sudah 97 persen dari 46,36 hektare lahan.
Sedangkan seksi 3 Sei Semayang-Binjai sepanjang 10,31 km, progres fisiknya mencapai 86,27 persen dengan progres pembebasan lahan 99,48 persen dari 61,04 hektare lahan yang dibebaskan.
Kementerian PUPR mencatat kendala yang dihadapi pada Seksi 2 dan 3 adalah lokasi lahan yang belum bebas berada pada lokasi pembangunan jalan akses. Sementara untuk jalan utamanya tidak mengalami kendala. Kedua seksi ini tetap ditargetkan selesai konstruksi pada saat mudik Lebaran.
Belum ada tanggapan untuk "Kendala Masih Ada, Menteri PUPR Optimis Tol Medan - Binjai Selesai Sesuai Target"
Posting Komentar