KanalBerita8.co- Ulama dalam perannya yang dinilai ikut mendinginkan suasana kedamaian di tengah berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia mendapat apresiasi dari Presiden Joko Widodo.
Presiden Jokowi mengapresiasi para ulama yang dinilainya memelihara stabilitas umat di Indonesia. Hal itu disampaikan Kepala Negara saat menerima sejumlah ulama di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (4/4/17).
“Kami menghargai peran dan seluruh usaha para ulama dalam membina umat Islam dalam mengawal umat Islam, sehingga kita semua dapat memelihara semangat kebersamaan, kedamaian,” kata Jokowi dalam sambutannya.
Dalam pertemuan tersebut, para ulama menyampaikan uneg-uneg terkait persoalan hukum, politik hingga keadilan sosial yang dihadapi umat kepada Presiden.
Pimpinan Pondok Pesantren Darurohman Kyai Haji Syukron Makmun mengatakan, salah satu keinginan para ulama adalah segala persoalan dalam bidang hukum diselesaikan dengan hukum yang adil dan kebenaran.
“Kami mohon Bapak Presiden tidak menyelesaikan soal-soal bangsa ini dengan penyelesaikan politik karena penyelesaian politik itu bisa timbul dan tenggelam, suatu saat bisa timbul karena penyelesaiannya bersifat sanksi politik,” katanya.
Sementara di bidang keadilan sosial, para ulama menyampaikan harapan agar keadilan sosial yang merata kepada seluruh rakyat Indonesia. Lanjut dia, agar kekayaan Indonesia bisa dinikmati seluruh rakyat bukan segelintir masyarakat Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Presiden mengatakan, pemerintah membutuhkan situasi politik serta sosial yang stabil dalam melaksanakan program pembangunan.
Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik dibandingkan negara G20 lainnya, yakni 5,02 persen. Indonesia hanya kalah dari China dan India.
Namun, menurut Jokowi, masih saja ada nada sumbang soal kesenjangan ekonomi di masyarakat.
“Memang pertumbuhan ekonomi kita 5,02 persen. Tapi pertanyaan dari kampung, dari desa dan daerah, lima persen itu siapa yang mendapatkan? Inilah yang perlu kami jawab melalui kebijakan pemerintah,” sambung Jokowi.
Oleh karena itu, pemerintah akan mengeluarkan paket kebijakan untuk meminimalisir kesenjangan ekonomi di Indonesia.
Dalam pertemuan itu Presiden didampingi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin.
Sementara para ulama yang hadir, antara lain Pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Irfan Wahid, Rais Syuriah NU Sulawesi Selatan KH Sanusi Baco, pimpinan Pondok Pesantren Darurohman KH Syukron Makmun, dan pimpinan Pondok Pesantren Buntet Cirebon KH Aris Ni’matullah.
Belum ada tanggapan untuk "Jokowi Apresiasi Peran Serta Ulama Dalam Menjaga Kedamaian dan Kebersamaan"
Posting Komentar