Setelah 47 Tahun Presiden Jokowi Berhasil Mengundang Raja Arab Saudi Dan Mempererat Kembali Hubungan Kedua Negara


KanalBerita8.co-  Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia adalah mitra strategis bagi Arab Saudi. Secara historis dan religius, hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi dapat terjalin dengan baik karena dilandasi oleh berbagai persamaan kepentingan dan budaya. Arab Saudi juga tercatat sebagai salah satu negara yang sangat mendukung kemerdekaan Indonesia. Saat Indonesia masih dijajah Belanda, ulama-ulama Arab Saudi banyak memberikan inspirasi kepada para ulama dan kaum cendekia Indonesia untuk meraih kemerdekaan. 




Keakraban Indonesia dan Arab Saudi dapat dilihat dari beberapa keputusan penting yang diambil oleh Arab Saudi saat memberikan dukungan penuh terhadap Indonesia dalam forum-forum resmi Internasional. Di sisi lain keduanya juga merupakan negara anggota G 20. Hubungan baik Indonesia-Arab Saudi tersebut terjalin dengan erat pada pemerintahan Presiden Soekarno dan Raja Faisal bin Abdul Azis. Hingga pucaknya pada tahun 1970 Raja Arab Saudi ke 3 tersebut melakukan kunjungan pertama ke Indonesia.

Sebagai anggota G 20 yang sedang mengalami pertumbuhan pesat, kedua negara dapat saling memanfaatkan potensi yang ada. Kunjungan Presiden Jokowi ke Arab Saudi pada tahun 2015 silam mendapatkan sambutan hangat dari Pemerintah Arab Saudi. Terlihat jelas bahwa sambutan tersebut menandakan kedekatan hubungan kedua negara.

Tidak hanya itu, pada kunjungan tersebut Presiden Joko Widodo juga menerima penghargaan King Abdulaziz Medal di Istana Al Salam Diwam Maliki. Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi yang luar biasa dari Kerajaan Arab Saudi kepada Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia. King Abdulaziz Medal merupakan Order of Merit tertinggi bagi pemimpin negara sahabat.

Kunjungan kenegaraan ini memberikan sinyal positif perkembangan kedua negara untuk saling meningkatkan kerja sama di berbagai sektor. Pemerintah Indonesia-Arab Saudi telah memiliki kerangka kerja sama dalam bentuk Sidang Komisi Bersama yang terbentuk sejak 1982 untuk memperkuat hubungan bilateral dalam berbagai area termasuk kerja sama perdagangan dan investasi.

Kendati hubungan kedua negara pernah diterpa beberapa kasus yang kemudian menyebar menjadi persoalan politik seperti kasus pekerja migran Indonesia di Arab Saudi, dari tahun ke tahun hubungan Indonesia-Arab Saudi selalu mengalami peningkatan, baik di bidang ekonomi, politik, pendidikan, maupun budaya.

Kerja sama dalam bidang pendidikan dan kebudayaan antara Indonesia-Arab Saudi merupakan bidang kerja sama yang mengalami perkembangan pesat. Sejak lama Arab Saudi menjadi tujuan utama warga negara Indonesia dalam menuntut ilmu. Memang harus diakui bahwa hubungan di bidang pendidikan dan kebudayaan ini memiliki kontribusi besar dalam membangun hubungan antar kedua negara.

Hal ini karena budaya diplomasi Arab Saudi secara umum dijalankan secara informal, baik itu diplomasi politik, ekonomi, maupun investasi bersifat sangat personal (kekeluargaan) dan lebih mengandalkan pada kepercayaan.

Untuk membalas kunjungan Pemerintah Indonesia yang bertandang ke Arab Saudi pada tahun 2015 lalu, pada tanggal 1 Maret 2017 Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud mengadakan kunjungan balasan ke Indonesia. Dengan jumlah rombongan yang mencapai hingga 1.500 orang, termasuk 14 menteri dan 25 pangeran, kedatangan Raja Arab ke-7 ini bahkan dianggap sebagai kunjungan kenegaraan oleh kepala negara sahabat yang terbesar sejak Indonesia merdeka. Sedangkan bagi Arab Saudi, ini merupakan kunjungan ke luar negeri terbesar, sekaligus terlama, yaitu sejak tanggal 1 sampai dengan 9 Maret 2017.

Kehadiran Raja Salman di Indonesia dianggap menjadi babak baru hubungan diplomatik Indonesia-Arab Saudi. Apalagi, ini pertama kalinya Raja Arab Saudi datang ke Indonesia, setelah kunjungan terakhir yang dilakukan Raja Faisal pada 47 tahun lalu. Kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud dan rombongan mendapatkan sambutan yang sangat meriah. Secara pribadi Presiden Joko Widodo menyambut Raja Salman dengan begitu bersahabat. Tidak hanya dari elemen pemerintah, kunjungan ini juga mendapatkan perhatian masyarakat luas. Antusiasme Indonesia menyambut kedatangan Raja Arab Saudi ini bahkan menjadi viral di media sosial dan pemberitaan utama di media massa nasional maupun internasional.

Untuk mempererat hubungan Indonesia-Arab Saudi, pada pertemuan kali ini terdapat 11 Nota Kesepahaman yang ditandatangani di Istana Bogor. Peningkatan hubungan kedua negara yang tercantum dalam MoU tersebut di antaranya mencakup kerja sama hubungan luar negeri, kesehatan, kebudayaan, transportasi, perdagangan, keagamaan serta pendidikan. Penandatanganan MoU tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi dan Raja Salman yang nampak sangat bersahabat.



Dalam pertemuan tersebut, sejumlah menteri kedua negara turut serta di dalamnya. Dari Indonesia, hadir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Sementara itu, jajaran Kabinet Kerja lainnya yang juga hadir ialah Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Trikasih Lembong.

Dari pihak Arab Saudi, turut hadir Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Sheikh Saleh bin Abdulaziz Alash-Sheikh, Menteri Negara dan Anggota Kabinet Ibrahim bin Abdulaziz Al-Assaf, Menteri Kebudayaan dan Informasi Adel bin Zaid Al-Toraifi, Menteri Pendidikan Ahmed bin Mohammed Al-Issa, Menteri Transportasi Sulaiman bin Abdullah Al-Hamdan, Menteri Negara Urusan Luar Negeri Dr. Nizar Bin Obaid Madani, dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Alshuibi.


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Setelah 47 Tahun Presiden Jokowi Berhasil Mengundang Raja Arab Saudi Dan Mempererat Kembali Hubungan Kedua Negara"

Posting Komentar