Mengaku Jendral Negara Islam, Pria Ini Akui adanya Nabi Baru




KanalBerita8.co- Bak petir disiang hari, masyarakat Pakenjeng digegerkan dengan sepucuk surat yang meresahkan tentang permintaan salat lima waktu dan salat Jumat menghadap ke timur.

Kapolsek Pakenjeng, Garut AKP Taka Supanta, membenarkan adanya kasus tersebut. Menurutnya, masalah itu sudah selesai setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Pakenjeng memanggil yang
bersangkutan untuk diberikan pemahaman bahwa sholat menghadap timur yang dimintanya, sangat tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.
“Sudah dipertemukan dengan para ulama dan Wawan diberi pemahaman bahwa permintaannya dalam surat itu salah kaprah,” ungkapnya, Sabtu (25/3/17).
Surat yang dibuat Wawan yang mengaku sebagai jenderal bintang enam angkatan perang NII pimpinan Presiden Sensen Komara, sempat diberikan kepada aparat Desa Tegalgede. Kemudian kepada para ulama.
Ketua MUI Garut, KH Sirojul Munir, mengatakan bahwasannya perintah tersebut adalah upaya makar dan meminta aparat pemerintah segera bertindak.
“Pemerintah tidak harus menunggu Fatwa MUI. Apalagi di Kecamatan Pakenjeng itu ada upaya makar, yaitu dengan menyatakan diri sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia (NII) dan itu sangat bertentangan dengan undang-undang,” tegas.
Lebih lanjut kata Munir, perbuatan Wawan Setiawan yang mengatasnamakan Negara Islam Indonesia termasuk tindakan penistaan agama. Terlebih Wawan mengklaim dirinya Jenderal Bintang 6 NII meminta warga dan pengikutnya untuk melakukan kiblat salat ke arah timur.
“Ini sebetulnya persoalan lama, tapi anehnya selalu terulang, hal ini tentu membuat resah warga yang lain,” katanya.Siapakah Wawan?
Wawan Setiawan merupakan warga Kampung Kibodasrea, Desa Tegalgede. Ia merupakan salah seorang pengikut setia Sensen Komara Bakar Misbah, penganut aliran dan paham serupa yang dulu sempat  ramai menjadi perbincangan.
Wawan sampai sekarang masih mengganggap Sensen sebagai Rasul yang berpangkat panglima angkatan perang NII. Dia juga sempat menjalani hukuman akibat dari tindakannya beberapa waktu lalu.

Berikut isi surat yang ditulis tangan oleh Wawan:
Kibodasrea, 17 Maret 2017
Pemberitahuan
Kepada Pemerintah NKRI dan Internasional
Saya seorang diri untuk menjalankan Sholat Negara Islam Indonesia dan Sholat Jumat-nya menghadap kiblat timur sebagai wujud keyakinan adanya Allah SWT, Tuhan Semesta Alam (Robbil Alamin) dan panglima Angkatan Perang Negara Islam Indonesia Berbintang VI (Enam) Bapak Drs Sensen Komara Bakar Misbah sebagai Rosulullah al Masih.
Sholat dilaksanakan di Masjid Situ Bodol Ds Tegalgede, Kec Pakenjeng, Kab Garut.
Panglima Angkatan Darat Negara Islam Indonesia Berbintang IV (Empat)Jendral Wawan Setiawan
Sekedar informasi, kasus serupa sempat menghebohkan Garut di tahun 2011, Sensen Komara mendeklarasikan diri sebagai seorang Rosul dan Presiden Negara Islam Indonesia (NII). Namun setelah
itu Sensen ditangkap dan divonis empat tahun kurungan di rumah sakit jiwa oleh Pengadilan Negeri Garut.
Masalah semacam ini sudah sangat jelas, sebagaimana jelasnya ketentuan Islam. Pada dasarnya agama Islam mewajibkan penganutnya sholat lima waktu.
Umat Muslim melakukan sholat harus menghadap kiblat (barat). Tata Cara sholat haruslah sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Sebuah hadits yang masyhur, Rasulullah bersabda:
Shalat lah kamu sekalian sebagaimana melihatku shalat.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mengaku Jendral Negara Islam, Pria Ini Akui adanya Nabi Baru"

Posting Komentar