Cegah Paham Komunis dan radikalisme,Ketua MUI deklarasikan gerakan anti Komunisme dan Radikalisme





KanalBerita8.co- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Garut, KH Sirojul Munir mengajak seluruh masyarakat ikut serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu menyusul banyaknya bermunculan gerakan masif dan gerakan bawah tanah yang mengancam keutuhan NKRI.

Pihaknya sudah menampung seluruh aspirasi dari Ormas Islam dan LSM terkait gerakan masif yang dilakukan oleh kelompok yang cenderung mengembangkan ajaran komunis di tengah masyarakat termasuk gerakan radikalisme.
”Sudah banyak ditemukan beredar barang berlambang palu arit di Kabupaten Garut,” kata Munir, Kamis (16/3/17).
Untuk mencegah masuknya paham komunis dan radikalisme, MUI menggandeng sejumlah Ormas, LSM dan aktivis Garut untuk mendeklarasikan gerakan anti Komunisme dan Radikalisme yang akan dilaksanakan pada Sabtu (18/3/17) di Alun-alun Garut. Adanya deklarasi itu ingin menunjukan jika warga Garut tak ingin adanya penyebaran paham terlarang.
“Ideologi itu sangat bertentangan dengan pancasila. Kami siap menjadi komando untuk mempertahankan kesatuan negara,” katanya.
Dalam deklarasi tersebut, pihaknya akan membuat petisi yang akan dikirim ke Presiden dan lembaga tinggi negara. Isi petisi tersebut terkait penolakan ajaran komunis dan radikalis.  Selain melakukan deklarasi, dikatakan Munir, pihaknya juga akan melakukan pembinaan kepada semua warga.
Ditambahkan Munir, saat ini dipandang perlu pemerintah pusat segera melakukan revisi UU tentang intelejen karena ideology paham komunis dan radikalisme sudah menyebar hingga ke masyarakat. Bahkan, di Garut telah terjadi banyak ulama diteror.
“Hampir seluruh tempat tinggal ulama ditandai dengan tanda silang merah sebagai ancaman. Karenanya, kami serukan agar selalu waspada. Jika pelakunya tertangkap, laporkan dan serahkan ke pihak penegak hukum,” tegasnya.
Hasil informasi yang dihimpun, ada beberapa orang mencurigakan yang tidak dikenal mendatangi Pesantren Al-Fallah Biru, mereka “inten” menanyakan identitas para kiayi juga para ustad di pesantren tersebut, bahkan juga menanyakan alamat domisili. Mereka pun enggan mendatangi kantor, meski sejumlah santri di pesantren itu menunjukkan letak sekretariat maupun kantornya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Cegah Paham Komunis dan radikalisme,Ketua MUI deklarasikan gerakan anti Komunisme dan Radikalisme"

Posting Komentar